Kira-kira udah sebulan lebih aku gak ngelakuin hal-hal yang berbau kuliah. Setelah UAS yang sungguh menguras tenaga itu selesai dan segala tetek-bengek yang mengharuskan aku ngadep laptop seharian, rasanya perlu banget membalas semua tetes keringat dan iler yang udah ditempuh. Aku tahu itu bukan hal yang paling baik, membalas yang memang seharusnya dilakukan sebagai pelajar. Tapi semua orang pasti butuh istirahat khan?
Kalo boleh share, di kehidupanku yang setelah menempuh kegiatan perkuliahan selama 2 semester ini, aku sendiri merasa gak terlalu baik. Kamu pasti tahu khan semua hal yang berlebihan itu gak baik? Ya, itu yang aku rasain. Masa istirahat yang terlalu lama. Ini sedikit munafik, tapi menjadi seorang bergelar Mahasiswa walaupun menganggur pun masih bisa dibilang Mahasiswa. Nah, kalo udah lulus mau nganggur kayak sekarang ini ya disebut pengangguran. Pahit memang kalo tahu kenyataan yang kayak gitu benar-benar ada.
Gak sedikit sih yang ngerasa nganggur kayak gini itu menyenangkan, selain bisa menghabiskan jam-jam sibuk dengan tidur atau pacaran sama internet, twitteran, Fb-an, main game, dan hal-hal yang membuatku berada di comfort zone. Secara perlahan aku menyadari bahwa aku harus menuliskannya disini, untuk membuat diriku lebih hidup. Apa bedanya? Entahlah, untuk berkaca mungkin. Untuk sekarang dan yang hari-hari yang udah terlewati dengan membantu pekerjaan rumah yang biasanya aku lakuin di kosan, mungkin belum cukup walaupun kemudian bertekad melakukan hal yang lebih baik di hari esok. Tapi entahlah, mempertahankan api motivasi yang menyulut semangat dalam hati kecil ini selalu gak lama. Makanya gak jarang, kembali lagi ke aktivitas yang gak jauh dari hari kemarin sama halnya mengingkari tekad yang udah diikrarkan. Menyedihkan bukan? Mungkin ini yang bikin susah move on ya. eh.
Tapi satu hal yang paling terpenting adalah aku masih hidup. Jadi, inget sabda supernya Pak Mario yang kira-kira bunyinya gini, "Masa depan orang yang masa lalunya buruk itu masih putih". Itu menyiratkan semuanya, semua orang gak pernah berhenti berharap khan? Ya, the power of 3W (Will, Wish, Wisdom).
Tulisan ini suma intropeksi diri yang ingin dibagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar